Panen Raya Produk P5 Bersama Pak Kadis

Panen raya produk Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMP Negeri 1 Lumar berlangsung sukses. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bapak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Heru Pujiono, S.K.M., M.K.M. Panen Raya diselenggarakan pada hari Jumat tanggal 10 November 2023 bertempat di halaman sekolah SMP Negeri 1 lumar dan kegiatannya dimulai dari pukul 08.00 - 11.00 Wiba.

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) adalah pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam Profil Pelajar Pancasila. Tema P5 yang dipilih adalah Bangunlah Jiwa dan Raganya dengan bentuk kegiatan Kampanye Anti Bullying dan Pelecehan Seksual di lingkungan sekolah. Peserta didik mengkampanyekan anti bullying dengan membuat poster dan mading dalam bentuk manual dan digital. Selain itu, mereka juga membuat video dan film pendek terkait perundungan di sekolah. Kegiatan ini melibatkan seluruh dewan guru yang mengajar di kelas 7 dan 8 karena kelas tersebut sudah melaksanakan Kurikulum Merdeka. 

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu anti Bullying. Setelah itu peserta didik mulai melakukan pameran poster dan mading manual/digital. Warga sekolah mulai memadati setiap stand. Mereka melihat dan bertanya tentang poster dan mading yang dibuat oleh siswa. Peserta didik yang menjaga stand pameran akan memberikan jawaban dan penjelasan singkat terkait produk mereka. Acara puncak Panen Raya diisi dengan pemutaran video dan film pendek terkait Bullying yang dibuat oleh peserta didik SMP Negeri 1 Lumar. Setelah Pak Kadis menyampaikan pesan dan kesan, acara kemudian ditutup dengan Deklarasi Sekolah Bebas Perundungan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga turut hadir memeriahkan acara tersebut. Bapak Heru Pujiono, S.K.M., M.K.M. berkunjung ke semua stand satu persatu. Beliau tampak antusias memberikan pertanyaan dan masukan terhadap produk P5 yang dikerasikan oleh peserta didik SMP Negeri 1 Lumar. Bapak Kepala Dinas juga memberikan semangat dorongan dan motivasi kepada anak-anak. Beliau memastikan apakah anak-anak mendapatkan Bullying atau tidak di sekolah mereka dan jika mendapatkan kasus tersebut bagaimana cara mereka menyikapinya. 

Kehadiran Bapak Kepala Dinas memberikan nuansa yang berbeda bagi warga sekolah SMP Negeri 1 Lumar. Anak-anak tampak sangat antusias menyambut kehadiran pak Kadis. Mereka begitu bersemangat untuk memberikan penjelasan terkait poster dan Mading. Pak Kadis juga sangat bersahabat ketika membaur dengan peserta didik. Ia begitu ramah menyapa dan berkomunikasi dengan mereka yang membuat peserta didik merasa senang dan bangga.

Setelah selesai mengunjungi semua stand pameran, Pak Kadis bersama seluruh warga sekolah menyaksikan film pendek karya anak-anak SMP Negeri 1 Lumar. Video dan film pendek tersebut menyampaikan pesan penting yaitu tidak boleh adanya bullying dan pelecehan seksual di lingkungan sekolah. Ketika acara pemutaran film berlangsung, anak-anak tampak begitu histeris menyaksikan adegan yang diperankan oleh teman-teman mereka.

Acara selanjutnya adalah penyampaian pesan dan kesan oleh Pak Kadis. Beliau memberikan apresiasi positif terhadap pelaksanaan Panen Raya Produk P5 di SMP Negeri 1 Lumar. Beliau terkesan dengan kemampuan peserta didik menghasilkan karya digital berupa mading atau poster dan anak-anak juga mampu mengkreasikan bakat sineas mereka dalam bidang filmografi yang bisa memberikan dampak positif bagi sekolah. Pak Kadis menambahkan, dengan adanya kampanye anti Bullying, diharapkan peserta didik memahami makna bullying dan bersama-sama mencegah terjadinya perundungan di sekolah. Lebih lanjut Heru Pujiono berpesan agar kegitan ini terus bisa dikembangkan untuk menjadi sebuah praktek baik yang bisa ditularkan kepada sekolah-sekolah lain di Kabupaten Bengkayang. 

Acara puncak ditutup dengan Deklarasi Sekolah Bebas Perundungan. Warga sekolah bersama bapak Kepala Dinas mendekralasikan bersama-sama sebuah tekad untuk mendukung dan menciptakan Sekolah Bebas Perundungan. Deklarasi ini membangkitkan komitmen warga sekolah untuk tidak melakukan Bullying dan siap melaporkan kasus Bullying jika mereka menemukannya. 



























 


Post a Comment

0 Comments