Rabu, 25 Januari 2023

Guru SMP Negeri 1 Lumar Berpartisipasi Aktif dalam Kegiatan Indonesia Cakap Literasi (ICL)

 


Smpn1-lumar.sch.id - Guru SMP Negeri 1 Lumar Berpartisipasi Aktif dalam Kegiatan Indonesia Cakap Literasi (ICL) yang digelar oleh Forum Indonesia Menulis (FIM) di Aula Gedung SMPN 1 Bengkayang, Senin (23/1/2023).

Dalam rangka penguatan literasi dan karakter, Program Organisasi Penggerak (POP) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang menggelar acara tahunan dengan tema Indonesia Cakap Literasi (ICL). Kegiatan ini merupakan agenda tahunan ketiga yang pernah diluncurkan oleh POP. Dua tahun sebelumnya, POP bekerja sama dengan DISDIKBUD kabupaten telah menyelenggarakan gerakan Wisata Literasi Guru (WLG) dan Sekolah Literasi Nasional (SLN).

Program Organisasi Penggerak (POP) menjadi program yang mewadahi kolaborasi  pemerintah dengan organisasi-organisasi masyarakat yang selama ini memiliki program kontributif dalam dunia Pendidikan. Singkatnya, program ini merupakan upaya gotong royong dalam dunia Pendidikan dengan melibatkan ormas. Adapun salah satu ormas yang berperan aktif dalam pengembangan literasi adalah Forum Indonesia Menulis (FIM).

FIM berkolaborasi dengan Disdikbud Kabupaten Bengkayang untuk memberikan bimbingan teknis dan pelatihan intensif kepada guru-guru di Kabupaten Bengkayang untuk mengasah kemampuan menulis. Guru-guru di kabupaten Bengkayang dituntut untuk mampu menghasilkan sumber literasi yang bisa diterbitkan menjadi buku. Buku itu akan digunakan peserta didik sebagai bahan literasi di sekolah.

Kegiatan ICL di Kabupaten Bengkayang berlangsung selama 2 hari yaitu tanggal 23-24 Januari 2023, bertempat di Aula SMP Negeri 1 Bengkayang. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang Heru Pujiono. Dalam kata sambutanya, Heru berpesan agar seluruh peserta sasaran intervensi POP dalam acara ICL agar mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan antusiasme tinggi. Mengingat guru adalah ujung tombak literasi disekolah.

Pendidik dan Tenaga Kependidikan di SMP Negeri 1 Lumar juga dilibatkan dalam agenda ICL. Sebanyak 5 guru dan 1 kepala sekolah ikut serta dalam bimtek yang diselenggarakan oleh FIM. Diantaranya kepala sekolah Fransiskus Karsudianto, M.Pd, guru Agama Katholik Laurensius Leba, S.Ag, Guru Seni Budaya Laris LB Raja, S.PAK, guru IPA Wery Andery, S.Pd, Gr, Guru PKn Rusdiana, SH dan guru Bahasa Indonesia Wirda, S.Pd.

“Program ini diikuti oleh seluruh kepala sekolah dan guru-guru yang sudah terdaftar sebagai sasaran peserta intervensi POP. Program ini berupaya untuk memajukan literasi dalam dunia Pendidikan dengan prinsip membudayakan literasi yang menyasar ke seluruh lingkungan sekolah” ungkap Fakhrul selaku Direktur FIM.

Menurut Frans, kepala SMPN 1 Lumar, kegiatan ICL sangat postif dan bermanfaat. Guru dan kepala sekolah diberikan ilmu tentang dunia jurnalistik dan tata cara menulis cerpen. Menurutnya, ICL merupakan sebuah pengalaman berharga yang bisa mendorong guru dan warga sekolah untuk menghasilkan karya berupa tulisan maupun buku. Frans bahkan menambahkan bahwa ia akan meneruskan program ini di sekolahnya sebagai bentuk Rencana Tindak Lanjut (RTL) dengan meluncurkan program Perpustakaan Digital di website SMPN 1 Lumar.

Jadwal pertemuan POP akan kembali dilanjutkan dipertemuan selanjutnya yaitu pertemuan 3-4 tanggal 6-7 Februari 2023. Acara puncak akan dilaksanakan pada tanggal 24 Juni 2023 di kota Pontianak dengan melibatkan semua guru sasaran intervensi POP.

Editor: Frans Kars

 

 

 

 


KELAS INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN : TIPS BELAJAR SISWA

Belajar merupakan kewajiban bagi setiap pelajar. Namun, terkadang mereka merasa bosan dengan model pembelajaran yang tergolong monoton. Oleh karena itu, beberapa kalangan pelajar menjadi malas dan kurang produktif untuk lebih berprestasi. Guru sangat berperan untuk meningkatkan minat belajar siswanya. Ada kalanya metode pembelajaran lebih menyesuaikan dengan kondisi siswa pada lingkungan kelas. Salah satu penerapannya yaitu menciptakan pembelajaran interaktif. Metode pembelajaran interaktif adalah teknik pembelajaran atau suatu cara yang dapat guru gunakan dalam menyampaikan materi, dengan melibatkan siswanya untuk terlibat aktif. Aktif dalam hal memberikan tanggapan terhadap materi yang guru berikan, forum ringan bersama teman kelas, dan mencari sumber referensi lain sebagai acuan belajar. Metode pembelajaran interaktif memungkinkan para pembelajar aktif melibatkan diri dalam keseluruhan proses, baik secara mental maupun secara fisik. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran merupakan faktor penting, kegiatan aktif ini seharusnya tidak hanya berupa keterlibatan secara fisik belaka, tetapi hal yang lebih utama adalah keterlibatan mental atau intelektual. Dengan menerapkan pembelajaran yang interaktif, membuat siswa lebih merasa senang dan tidak bosan melaksanakan kewajiban belajar dalam suatu kelas. Selain itu, juga dapat mengembangkan kemampuan berpikir. Metode pembelajaran dan juga model pembelajaran banyak yang telah berkembang. Hal tersebut diimplementasikan berdasarkan kebutuhan dari peserta didik. Pada model tersebut juga terdapat suatu model kelas interaktif. Konsep kelas interaktif ini menjadi dasar suatu pembelajaran menjadi interaktif. Konsep kelas interaktif tersebut juga memberikan fasilitas kepada peserta didik untuk dapat aktif dalam pembelajaran. Hal tersebut juga dapat digunakan untuk meningkatkan minat belajar dari peserta didik. Hal tersebut juga berlaku untuk kelas interaktif yang berfungsi dalam meningkatkan kualitas dari pembelajaran di dalam kelas. Dengan adanya kelas interaktif akan dapat membuat suatu pembelajaran akan mengarahkan peserta didik untuk dapat menjadi lebih aktif. Terdapat beberapa alasan mengapa perlu ada pengembangan pola pikir pada diri siswa, diantaranya sebagai berikut: a. Pertama, pada era digital seperti saat ini kita mengalami kemajuan teknologi dan informasi yang cukup pesat. Oleh karena itu, setiap orang mendapat tuntutan untuk dapat berpikir kreatif memanfaatkan berbagai kesempatan. Termasuk juga kemampuan dalam mencari dan menyaring informasi dari sumber yang ada, guna keperluan penunjang belajar. b. Kedua, setiap orang senantiasa berhadapan pada berbagai masalah dan ragam pilihan, sehingga memiliki kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Karena suatu masalah dapat terpecahkan dengan pemikiran seperti itu. Oleh karenanya siswa mendapat pelatihan untuk berpikir kritis terhadap pembahasan yang terajarkan dengan metode pembelajaran interaktif. c. Ketiga, kemampuan siswa memandang sesuatu hal dengan cara baru atau tidak biasa, merupakan keterampilan penting dalam memecahkan masalah. Guru dapat melatih siswanya dalam kelas dengan membentuk kelompok-kelompok kecil. Kemudian memberi contoh kasus, yang bisa siswa pecahkan dengan berunding bersama teman kelompok agar menghasilkan beragam ide. d. Keempat, kreativitas merupakan aspek penting dalam berbagai hal. Termasuk juga dalam penyelesaian masalah. Mulai dari apa masalahnya, awal mula masalah tersebut terjadi, dan bagaimana cara agar masalah tersebut dapat terpecahkan.
Empat (4) tips menjadi guru inovasi, inspirasi 1. Memahami karakter peserta didik. Melalui kelas interaksi guru dapat mengenal sifat dan karakter peserta didik dengan baik. Siswa yang kurang aktif menjadi lebih aktif melalui model kelas interaktif ini. 2. Memanfaatkan sistem pembelajaran digital. Konsep kelas interaktif ini memberi ruang dan waktu yang lebih luas kepada peserta didik untuk menggunakan media pembelajaran digital yang ada. 3. Meningkatkan kemampuan intrapersonal. Kelas interaktif juga membentuk kepribadian peserta didik secara komprehensif yakni sikap, pengetahuan dan ketrampilan. Kemampuan intrapersonal lebih menekankan tentang skill atau ketrampilan yang diperoleh siswa saat pembelajaran berlangsung. 4. Membuat media pembelajaran yang menarik. Melalui kelas interaktif guru dan siswa dapat membuat media pembelajaran yang menarik dari konten-konten yang sudah ada ataupun dapat dimodifikasi dengan ide-ide yang lebih menarik. Pentingnya kelas interaktif 1. Siswa diajak untuk berpikir kritis. Pada pembelajaran yang dapat membuat kelas menjadi interaktif, selalu membuat peserta didik untuk berpikir kreatif. Hal tersebut dikarenakan saat pembelajarna aktif, peserta didik dilatih untuk membuat beberapa pertanyaan. Selain itu peserta didik juga akan dilatih untuk melakukan sebuah pengamatan atau observasi dan juga mengemukakan pendapat. Hal tersebut merupakan cara untuk berpikir kritis. 2. Rasa ingin tahu siswa menjadi lebih meningkat Dengan adanya kelas interaktif, juga dapat memberikan peserta didik kesempatan untuk terlibat aktif pada proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan rasa ingin tahu dari peserta didik itu sendiri. Hal tersebut juga akan membuat peserta di Kelas interaktif juga berfokus pada keterlibatan peserta didik pada proses pembelajaran. Pembelajaran tersebut dapat dipahami sebagai proses belajar sambil bermain oleh peserat didik.dik dapat menunjukan rasa kaingintahuan mereka saat melakukan proses pembelajaran. Sehingga hal tersebut secara tidak langsung juga membuat rasa ingin tahu peserta didik menjadi meningkat. 3. Mengeksplorasi proses pembelajaran. Dengan adanya lingkungan yang interaktif, hal tersebut dapat membuat peserta didik dapat lebih melakukan eksplorasi belajar. Peserta didik akan lebih banyak tahu, karena hal tersebut tidak sebatas menerima hal yang diberikan oleh guru. 4. Dapat dilakukan bermain sambil belajar. Kelas interaktif juga berfokus pada keterlibatan peserta didik pada proses pembelajaran. Pembelajaran tersebut dapat dipahami sebagai proses belajar sambil bermain oleh peserat didik. 5. Pembelajaran menjadi lebih bermakna. Dengan adanya keaftifan pembelajaran, pembelajaran akan dapat dilakukan secara lebih bermakna. Hal tersebut dikarenakan peserta didik tidak hanya menerima sebuah materi tetapi juga menjadi lebih tahu banyak hal tentang pengetahuan. Karakteristik kelas interaktif 1. Adanya variasi pembelajaran 2. Keterlibatan aktif 3. Guru menjadi fasilitator yang demokratis 4. Adanya komunikasi dua arah 5. Pembelajaran yang fleksibel Manfaat kelas interaktif 1. Kelas akan lebih menarik perhatian 2. Pembelajaran menjadi lebih mudah dipahami 3. Tidak membosankan 4. Teknik pembelajaran yang beragam 5. Membangkitkan minat Tujuan kelas interaktif untuk pembelajaran 1. Mendorong peserta didik berperan aktif 2. Untuk menciptakan variasi pembelajaran 3. Menghilangkan rasa bosan 4. Memotivasi peserta didik

Membuat Magnet Sederhana

 Siswa kelas IXA melakukan percobaan membuat magnet sederhana pada materi kemagnetan (25/1/2023).


Pada materi kemagnetan ada 3 cara membuat magnet sederhana, yaitu dengan cara digosok, induksi dan elektromagnetik. Ketiga cara ini dilakukan oleh siswa untuk membuktikan kebenaran dari teorinya. Siswa sangat antusias dan semangat dalam melaksanakan percobaan dengan memngikuti panduan yang ada pada LKPD (lembar kerja peserta didik).

Terpancar keseruan dan kegembiraan yang terlihat dari ekspresi siswa setelah berhasil membuat paku yang awalnya tidak bisa menarik isi staples ternyata setelah di berikan perlakuan sesuai petunjuknya ternyata paku bisa memiliki sifat magnet.


Percobaan ini penting dilakukan untuk memberikan pengalaman lansung kepada siswa bukan hanya sekedar mengetahui dari teori saja ternyata bisa dibuktikan dengan melakukan percobaan sederhana.

Entri yang Diunggulkan

SENI ITU INDAH

 BUDAYAKAN 5S Budaya menyapa yang baik di Indonesia umumnya dirangkum dalam  konsep  5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) . Ini bukan...