THEMA
"Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045"
Tema utama Hari Kartini 2026 yang diusung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).
Hari Kartini diperingati
setiap 21 April untuk menghormati kelahiran dan perjuangan R.A.
Kartini (lahir 1879) dalam emansipasi, pendidikan, dan kesetaraan hak perempuan
Indonesia. Ditetapkan oleh Presiden Soekarno pada 2 Mei 1964, hari ini menjadi
momentum refleksi perjuangan perempuan, ditandai dengan upacara dan kebaya,
namun bukan libur nasional.
Berikut adalah poin-poin penting
terkait Hari Kartini, Tanggal Kelahiran & Perayaan: R.A.
Kartini lahir di Jepara pada 21 April 1879. Peringatan dilakukan setiap 21
April sejak Keputusan Presiden No. 108 Tahun 1964.
Sosok Emansipator: Kartini
adalah pelopor emansipasi wanita di Indonesia, yang berjuang melalui pemikiran
dan surat-suratnya (dibukukan menjadi Habis Gelap Terbit Terang)
agar perempuan pribumi mendapatkan pendidikan dan kesetaraan hak.
Perayaan & Tradisi: Hari
Kartini umumnya dirayakan di sekolah dan kantor dengan mengenakan pakaian adat
(kebaya), mengadakan lomba, atau upacara.
Status Libur: Hari
Kartini bukan hari libur nasional. Aktivitas kantor dan
sekolah tetap berjalan seperti biasa.
Makna Saat Ini: Peringatan
ini relevan untuk merefleksikan kemajuan hak perempuan, kesetaraan gender, dan
peran strategis perempuan di berbagai sektor, termasuk di era digital.
Tema Hari Kartini 2026 Beberapa
tema yang sering diangkat mencakup "Perempuan Berdaya, Indonesia
Maju," "Perempuan dan Peran Strategis di Era Digital," dan
"Perempuan Berani, Perempuan Berdampak". Perjuangan Kartini
terus menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia untuk terus berkarya dan
berpendidikan tinggi.
.jpeg)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar